Skip to content Skip to footer
Play

Ibrani 4:16

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya.”

Dalam kisah Tamar (Kejadian 38) & Wanita Siro-Fenisia (Markus 7), seringkali kegagalan dan ketidakadilanlah yang menjadi fokus. Tapi tahukah, di situasi yang sangat tidak ideal, mereka menjadi teladan iman, teguh memegang apa yang menjadi janji untuk hidupnya.

​Mereka memilih cara yang berani berdasarkan iman sekalipun ada risiko besar.

Gereja Tuhan, inilah bagian kita, yaitu berani mengejar apa yang memang Tuhan sudah sediakan, yaitu Kasih KaruniaNya.

Hebrews 4:16 (KJV) Let us therefore come boldly unto the throne of grace, that we may obtain mercy, and find grace to help in time of need.

In the stories of Tamar (Genesis 38) and the Syrophoenician woman (Mark 7), failure and injustice often take center stage. But did you know that in the midst of these imperfect situations, they became examples of faith, holding firm to God’s promises for their lives.

They chose to take bold steps of faith despite the risks. The church of God, this is our part – to boldly pursue what God has already provided for us, which is His grace.”

描述: 希伯来书 4:16我们只管坦然无惧地来到施恩的宝座前,为要得怜恤,蒙恩惠,作随时的帮助。 在塔玛尔(创世记38章)和腓尼基妇人(马可福音7章)的故事里,失败与不公常占据中心舞台。但你可曾知晓,在这些不完美的境遇中,她们竟成为信心的典范,坚定持守上帝对生命的应许?她们选择在风险中迈出勇敢的信心步伐。神的教会啊,这正是我们的使命——勇敢追求上帝早已为我们预备的恩典。